Bengkalis, detik45.com – Upaya penyelundupan telepon seluler masuk ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkalis terungkap dalam rentang dua hari pada akhir November. Kedatangan dua perempuan yang hendak membesuk warga binaan berubah menjadi inspeksi ketat setelah petugas membaca gerak tubuh yang tak lazim saat pemeriksaan rutin berlangsung.
Insiden pertama terjadi pada Senin siang, 24 November 2025. Seorang pengunjung berinisial L, pemegang nomor antrean 101, baru saja melangkah masuk ke ruang penggeledahan ketika petugas melihat ketebalan aneh pada celana yang ia kenakan. Pemeriksaan manual kemudian menemukan dua ponsel—Oppo dan Infinix—yang dibalut rapi dan direkatkan di kedua kakinya. L diketahui datang untuk membesuk warga binaan berinisial RO.
Pola serupa kembali mencuat. Selasa, 25 November 2025, tim pengamanan yang bertugas sejak pukul 08.30 WIB mengamati gelagat tak biasa dari seorang perempuan berinisial MA. Pada pukul 11.13 WIB, saat nomor antreannya dipanggil ke ruang pemeriksaan, MA yang berniat menemui warga binaan berinisial K tiba-tiba mencoba melarikan diri keluar ruangan. Petugas mengunci pintu pergerakan itu dalam hitungan detik. Saat tubuhnya diperiksa lebih teliti, satu ponsel Oppo yang dibungkus lakban ditemukan menempel di bagian bawah kakinya.
Kepala Lapas Bengkalis, Priyo Tri Laksono, memuji konsistensi pengawasan jajarannya. Ia menegaskan bahwa celah sekecil apa pun tak boleh dibiarkan. “Upaya penyelundupan seperti ini tidak akan kami toleransi. Petugas bekerja sesuai prosedur dan menunjukkan tingkat kewaspadaan yang kami harapkan,” kata Priyo. Ia menambahkan bahwa menjaga lapas tetap bersih dari barang terlarang adalah komitmen yang tidak dapat ditawar demi keamanan seluruh penghuni dan petugas.
Atas pelanggaran tersebut, kedua pengunjung dikenai sanksi larangan kunjungan. Warga binaan yang hendak mereka temui juga diperiksa oleh tim keamanan dan ketertiban serta dijatuhi sanksi disiplin sesuai aturan. [ril]
Leave a Reply