Bengkalis, detik45.com — Pemadaman listrik pascalebaran di Bengkalis memicu kritik DPRD terhadap keandalan sistem PLN. Gangguan yang terjadi berhari-hari itu dinilai mencerminkan lemahnya kesiapan menghadapi beban puncak.
Lintas komisi DPRD Bengkalis memanggil PLN Unit Layanan Pelanggan Bengkalis dalam rapat, Senin, 6 April 2026. Fakhtiar Qadri, anggota Komisi III yang memimpin rapat, meminta penjelasan terbuka mengenai sumber gangguan.
“Pemadaman ini penyebabnya apa, jaringan atau pembangkit? Dampaknya sudah luas ke aktivitas masyarakat,” kata Fakhtiar.
Menanggapi hal itu, perwakilan PLN ULP Bengkalis, Muhammad Juliandra, menjelaskan selama periode Idulfitri tidak ada pemeliharaan terencana pada jaringan maupun pembangkit. Pengamanan hanya difokuskan pada jalur distribusi dari gangguan hewan. Saat sistem kembali dinormalkan, beban meningkat dan memicu pelepasan otomatis hingga terjadi pemadaman total (Blackout).
Namun, penjelasan tersebut belum meredakan kekhawatiran dewan. Sekretaris Komisi II, Rindra Wardana, meminta langkah konkret dalam satu hingga dua bulan ke depan, termasuk skema mitigasi agar gangguan serupa tidak berulang. Ia juga menekankan pentingnya pemberitahuan dini kepada masyarakat untuk menekan kerugian.
Dalam rapat itu, sejumlah anggota dewan mengaitkan penjelasan PLN dengan kondisi di lapangan. Anggota Komisi IV, M. Isa, menyoroti pemadaman berulang di Kecamatan Bantan dan mempertanyakan ketersediaan sistem cadangan. Sementara anggota Komisi II, Firman, menyinggung gangguan rutin saat magrib di Teluk Lancar.
Anggota Komisi I, H. Zamzami, turut mengangkat persoalan tiang listrik miring serta proyek kabel bawah laut yang belum terealisasi setelah lima tahun berjalan. Persoalan ini dinilai mencerminkan lemahnya infrastruktur dasar dan lambannya penguatan sistem interkoneksi.
Menanggapi berbagai sorotan tersebut, Ketua Komisi IV, Irmi Syakip Arsalan, meminta jadwal pemadaman disusun lebih rasional dan tidak merugikan masyarakat. Ia juga menekankan perlunya perbaikan layanan agar penanganan gangguan tidak diwarnai saling lempar tanggung jawab.
Dari sisi teknis, Manajer Teknik PLN, Ridho, menyatakan pihaknya berupaya menekan gangguan di tengah keterbatasan bahan bakar minyak. Ia memastikan perbaikan tiang listrik miring di Kecamatan Bantan dijadwalkan pada 7 April dan diupayakan tanpa penghentian aliran listrik.
Selain itu, Ridho menambahkan, informasi gangguan, baik terencana maupun darurat, akan disampaikan paling lambat satu hari sebelumnya. Beban puncak listrik di Bengkalis terjadi pada pukul 18.00 hingga 22.00 WIB. Di Kecamatan Bantan, tegangan listrik masih rendah sehingga dilakukan penambahan sementara untuk menjaga kestabilan pasokan.
Adapun terkait proyek kabel bawah laut, PLN menyatakan seluruh perizinan telah rampung dan kini memasuki tahap penyesuaian teknis.
Menutup rapat, Fakhtiar menegaskan DPRD menunggu pembuktian nyata dari PLN. “Masyarakat tidak butuh penjelasan. Mereka butuh hasil,” ujarnya.[ril]
Leave a Reply