DPRD Bengkalis Dorong Perbatasan Jadi Gerbang Diplomasi Budaya Melayu

Pertemuan Komisi IV DPRD Bengkalis dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Riau di Pekanbaru.
📸 Ketua Komisi IV DPRD Bengkalis, Irmi Syakip Arsalan.

Bengkalis, detik45.com DPRD Kabupaten Bengkalis mendorong wilayah itu diposisikan sebagai gerbang diplomasi budaya Melayu Indonesia di kawasan perbatasan. Gagasan ini mengemuka dalam koordinasi Komisi IV DPRD Bengkalis dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Riau di Pekanbaru, Rabu, 8 April 2026.

Ketua Komisi IV DPRD Bengkalis, Irmi Syakip Arsalan, mengatakan letak Bengkalis yang berbatasan langsung dengan Malaysia menjadi modal strategis untuk memperluas peran di tingkat internasional. “Bengkalis harus menjadi gerbang diplomasi budaya Melayu Indonesia, dengan dukungan kebijakan yang jelas bagi pelaku seni,” ujarnya.

Ia menilai potensi tersebut belum sepenuhnya ditopang kebijakan yang terarah. Sejumlah capaian pelaku seni daerah menunjukkan daya saing di tingkat internasional.

Sanggar Renjana tampil sebagai undangan utama dalam ajang internasional di Johor, Malaysia, pada 2024. Sementara itu, Sanggar Batin Sembilan meraih juara di sejumlah kategori dalam Rentak Bertandak Antarabangsa di Melaka pada 2025.

Capaian itu, kata Irmi, menjadi pijakan untuk memperkuat diplomasi budaya Indonesia. Namun, pelaku seni masih menghadapi keterbatasan dukungan dalam pengembangan dan promosi.

Karena itu, Komisi IV mengusulkan penguatan kebijakan melalui program pembinaan, pemberian beasiswa, fasilitasi keikutsertaan dalam ajang internasional, serta perlindungan karya budaya lokal. DPRD juga mendorong pemberian penghargaan bagi pelaku seni berprestasi di tingkat global.

Menanggapi ini, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Aryadi, menyatakan pihaknya menyambut usulan tersebut. “Koordinasi ini penting untuk memperkuat promosi budaya Melayu Riau melalui regulasi dan kerja sama internasional,” kata dia.

Ia menilai sinergi lintas daerah diperlukan untuk memperluas jangkauan promosi budaya hingga ke tingkat internasional. Pemerintah provinsi, kata dia, akan memperkuat ekosistem budaya melalui regulasi, program promosi, serta kerja sama internasional.

Langkah tersebut diharapkan memperkuat peran wilayah perbatasan dalam diplomasi budaya Indonesia. [ril]

 

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto? Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555 via EMAIL: redaksidetik45@gmail.com (mohon dilampirkan data diri Anda)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*