PEKANBARU, detik45.com – Kebakaran besar menghanguskan sebuah gudang yang diduga menjadi tempat penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Jalan Sidodadi, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Minggu (22/2/2026) siang.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.15 WIB itu memicu kepanikan warga sekitar karena kobaran api membumbung tinggi disertai asap hitam pekat. Lokasi gudang yang berada di tengah permukiman padat membuat proses penanganan berlangsung dramatis.
Komandan Peleton Damkar Pekanbaru, Duul Gamar, mengatakan pihaknya mengerahkan delapan unit mobil pemadam kebakaran bersama 48 personel untuk mengendalikan api. Petugas membutuhkan waktu sekitar dua setengah jam hingga api benar-benar dapat dipadamkan.
Menurutnya, proses pemadaman terkendala karena banyaknya solar yang terbakar dan meluber hingga masuk ke parit di sekitar lokasi. Rembesan bahan bakar tersebut membuat api sulit dikendalikan sehingga petugas harus melakukan pembatasan terlebih dahulu sebelum melakukan penyemprotan intensif.
“Solar yang tumpah mengalir ke parit, sehingga kami harus memastikan rembesannya terlokalisir. Itu yang membuat proses pemadaman memakan waktu cukup lama,” ujarnya.
Di dalam gudang, petugas menemukan puluhan drum, sejumlah baby tank, serta dua tangki berukuran besar yang seluruhnya berisi solar. Seluruh wadah tersebut ikut terbakar dan memperbesar kobaran api.
Selain besarnya volume bahan bakar, banyaknya warga yang berkerumun di sekitar lokasi juga sempat menghambat akses petugas. Aparat kepolisian turut membantu mengamankan area agar proses pemadaman berjalan lancar.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, beberapa ekor kambing milik warga yang berada di samping gudang dilaporkan mati akibat terdampak kebakaran.
Ketua RT 02 RW 10 Kelurahan Perhentian Marpoyan menyebut bangunan itu telah berdiri sekitar dua tahun. Ia mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas penyimpanan solar di dalam gudang tersebut.
“Sudah beroperasi sekitar dua tahun. Pemiliknya bernama Pendi. Dia melapor ke saya bahwa tanah itu miliknya. Selama ini saya tidak tahu aktivitas di dalamnya. Laporannya membuka bengkel mobil karena punya usaha pengangkutan mobil,” ujarnya.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran sekaligus mendalami dugaan praktik penimbunan BBM di lokasi tersebut.
Editor : Emos Gea
Leave a Reply