Pekanbaru, detik45.com — Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menyita 22,7 kilogram heroin dalam pengungkapan jaringan peredaran narkotika di Kabupaten Bengkalis. Dua tersangka ditangkap, sementara dua pelaku lain masih diburu dan diduga berada di luar negeri.
Wakil Kepala Polda Riau Hengki Haryadi mengatakan pengungkapan itu dilakukan melalui operasi tertutup dengan teknik penyamaran atau undercover buy. Dalam metode tersebut, anggota polisi menyamar sebagai pembeli untuk mendekati jaringan pengedar.
“Operasi dilakukan secara tertutup dengan metode undercover buy. Risiko bagi anggota cukup tinggi karena mereka harus bergerak sendiri dalam penyamaran untuk melakukan transaksi dengan pelaku,” kata Hengki dalam konferensi pers di Pekanbaru, Kamis, 5 Maret 2026.
Menurut dia, narkotika yang disita merupakan heroin, jenis yang jarang terungkap dalam kasus peredaran narkoba di Indonesia. Secara nasional, pengungkapan heroin relatif sedikit dibandingkan jenis narkotika lain.
Hengki menjelaskan heroin berasal dari tanaman opium yang diproduksi di sejumlah kawasan dunia. Produksi heroin umumnya berasal dari wilayah Golden Crescent maupun Golden Triangle.
“Karena itu hampir dapat dipastikan barang ini berasal dari luar negeri dan berkaitan dengan jaringan kejahatan narkotika lintas negara,” tutupnya.
Disisi lain, Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Putu Yudha Prawira mengatakan pengungkapan kasus dilakukan pada Selasa, 24 Februari 2026, di tiga lokasi berbeda di Bengkalis.
Operasi yang dijalankan Subdirektorat III Ditresnarkoba itu menangkap dua tersangka berinisial K dan SK. Sementara dua pelaku lain berinisial A dan HF masih dalam pengejaran.
Polisi juga menyita heroin seberat sekitar 22,7 kilogram yang ditaksir bernilai hingga Rp68 miliar.
Putu Yudha mengatakan kasus ini terungkap setelah polisi menerima informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran heroin di wilayah Bengkalis. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan oleh tim Subdit III yang dipimpin Kompol Ade.
Melalui penyelidikan dan teknik penyamaran anggota sebagai pembeli, polisi akhirnya menangkap dua tersangka bersama barang bukti heroin dalam jumlah besar.
“Dua pelaku lainnya masih terus kami buru,” kata Putu.[ril]
Leave a Reply