Bengkalis, detik45.com — Kebakaran lahan gambut di Pulau Bengkalis, Riau, meluas hingga sekitar 100 hektar di Kecamatan Bantan. Api yang bertahan hampir dua pekan itu kembali menunjukkan kerentanan ekosistem gambut yang mudah terbakar saat musim kering dan sulit pulih dalam waktu singkat.
Asap tipis masih terlihat di sejumlah titik lahan di Desa Kembung Baru, Kecamatan Bantan, Senin, 06 April 2026. Permukaan gambut mengering, sementara bara api masih muncul di beberapa bagian meski upaya pemadaman terus dilakukan.
Di lapangan, tim gabungan dari unsur kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah masih berupaya menahan sebaran api. Kondisi tanah yang kering membuat titik api kerap muncul kembali meski sebelumnya sempat mereda.
Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto yang berada di lokasi menyebut penanganan dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur.
“Seluruh unsur terlibat, baik dari Polda maupun Kodam,” kata dia.
Kendala utama pemadaman berada pada karakter lahan gambut yang menyimpan panas di bawah permukaan. Situasi ini membuat api sulit benar-benar padam dan berpotensi muncul ulang di titik berbeda.
Selain fokus pada pemadaman, Ino Harianto juga menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap pelaku karhutla. Ia menyebut tindakan tegas akan diberlakukan bagi siapa saja yang terbukti menyebabkan kebakaran, baik secara sengaja maupun karena kelalaian.
Sementara itu, Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar menyebut kebakaran di wilayah tersebut telah meluas hingga sekitar 100 hektar lahan gambut di Pulau Bengkalis.
“Dampaknya cukup luas terhadap kawasan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipulihkan dalam waktu singkat,” kata dia.
Dalam beberapa tahun terakhir, kebakaran lahan gambut di Riau kembali berulang saat musim kering. Kondisi itu meninggalkan persoalan ekologis yang belum tertangani sepenuhnya, terutama pada ekosistem yang rentan mengering dan terbakar kembali.[ril]
Leave a Reply