Narkoba Dinilai Ancam SDM, BNN Perkuat Perlindungan Anak

Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto memberikan arahan kepada jajaran BNN Kepulauan Riau.
📸 Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto saat memberikan pembekalan kepada jajaran BNN di Kepulauan Riau.

Kepri, detik45.com | 19 Januari 2026 — Badan Narkotika Nasional (BNN) menegaskan perlindungan anak menjadi fokus utama strategi pencegahan narkoba di wilayah perbatasan, termasuk Kepulauan Riau. Kebijakan ini dipandang krusial untuk menjaga kualitas sumber daya manusia dari ancaman narkotika yang terus berkembang dengan modus lintas negara.

Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto menyatakan narkotika tidak lagi dapat dipandang sebagai kejahatan biasa. Peredarannya, kata dia, secara sistematis melemahkan daya pikir, kesehatan, dan masa depan generasi muda.

“Narkoba adalah ancaman langsung terhadap kualitas manusia Indonesia. Jika anak tidak kita lindungi sejak dini, negara akan menanggung dampaknya dalam jangka panjang,” ujar Suyudi beberapa waktu lalu.

Provinsi Kepulauan Riau memiliki posisi strategis sekaligus rentan. Dengan sekitar 96 persen wilayah berupa perairan dan berbatasan langsung dengan sejumlah negara, kawasan ini kerap dimanfaatkan jaringan narkotika internasional sebagai jalur masuk dan transit menuju wilayah Indonesia.

Namun menurut Suyudi, pendekatan keamanan semata tidak cukup. BNN kini mendorong strategi pencegahan yang menempatkan anak sebagai prioritas perlindungan melalui Program ANANDA BERSINAR, yang difokuskan pada penguatan ketahanan sejak usia dini.

Program tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran bahaya narkoba melalui keluarga, lingkungan pendidikan, dan masyarakat. “Jika anak memiliki daya tangkal sejak awal, mata rantai peredaran narkoba akan terputus dengan sendirinya,” kata dia.

BNN juga menegaskan upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) harus dijalankan secara menyeluruh. Penindakan hukum, pencegahan, pemberdayaan masyarakat, dan rehabilitasi dinilai tidak bisa dipisahkan.

Di wilayah Kepulauan Riau, Suyudi mendorong jajaran BNN memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta komunitas lokal. Kesadaran kolektif dinilai menjadi benteng paling awal menghadapi peredaran narkoba yang semakin masif dan kompleks.

Menurut dia, setiap upaya pencegahan sekecil apa pun memiliki dampak strategis dalam melindungi masyarakat dan memastikan generasi mendatang tidak menjadi korban narkotika.[ril]

 

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto? Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555 via EMAIL: redaksidetik45@gmail.com (mohon dilampirkan data diri Anda)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*