Karhutla Riau Diantisipasi, Mitigasi Dini Diperketat

Apel Nasional Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru.
📸 Sekretaris Daerah, Ersan Saputra dan rombongan, foto bersama usai Apel Nasional Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, 5 Maret 2026.

Pekanbaru, detik45.com Pemerintah pusat menegaskan pentingnya mitigasi dini untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau, wilayah yang selama ini kerap menghadapi ancaman kebakaran saat musim kemarau.

Penegasan itu disampaikan dalam Apel Nasional Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla yang digelar di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Kamis, 5 Maret 2026.

Apel tersebut mempertemukan unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan menjelang musim kemarau.

Apel dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago. Ia didampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

Kegiatan diawali dengan pemeriksaan pasukan dan peralatan. Para pejabat kemudian meninjau barisan personel yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Manggala Agni, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga perwakilan perusahaan.

Djamari mengatakan Presiden memberi perhatian khusus terhadap penanganan karhutla, terutama di wilayah rawan seperti Riau. Menurut dia, upaya mitigasi harus dilakukan sebelum kebakaran meluas.

“Mitigasi dan pencegahan harus dilakukan sejak dini. Operasi Modifikasi Cuaca terus kita siapkan. Kanal-kanal di lahan gambut juga harus diisi agar tidak kering dan mudah terbakar,” kata Djamari.

Selain langkah tersebut, pemerintah juga mendorong penguatan koordinasi lintas lembaga agar respons terhadap kebakaran dapat dilakukan lebih cepat.

Dalam kegiatan itu hadir pula perwakilan pemerintah daerah, termasuk dari Kabupaten Bengkalis. Bupati Bengkalis diwakili Sekretaris Daerah, dr. Ersan Saputra.

Ersan mengatakan Pemerintah Kabupaten Bengkalis mendukung langkah pemerintah pusat dalam menekan potensi kebakaran hutan dan lahan. Ia menilai wilayah Bengkalis termasuk daerah yang memiliki kerentanan terhadap kejadian tersebut.

“Kami mengajak masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain merusak lingkungan, cara itu juga berpotensi menimbulkan kabut asap yang merugikan banyak pihak,” ujar Ersan.

Menurut dia, pemerintah daerah terus memperkuat langkah antisipasi melalui patroli terpadu, sosialisasi kepada masyarakat, serta peningkatan koordinasi lintas sektor. Selain itu, kesiapan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia juga ditingkatkan agar penanganan kebakaran dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

Apel kesiapsiagaan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala daerah di Provinsi Riau. Turut mendampingi rombongan dari Bengkalis antara lain Komandan Kodim 0303 Bengkalis Letkol Inf Haris Nur Priatno, Wakapolres Bengkalis Kompol Noak Pembina Aritonang, Kepala Dinas Kominfotik Agus Sofyan, Kepala Satpol PP Alfakhrurrazy, Kepala BPBD Salman Alfarisi, serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran M. Fendro Arrasyid.[ril]

 

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto? Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555 via EMAIL: redaksidetik45@gmail.com (mohon dilampirkan data diri Anda)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*