Siak, detik45.com – Kebijakan pengendalian pembelian BBM subsidi lewat sistem XStar dan Rekomendasi Sub Penyalur membuat distribusi BBM Siak terganggu. Antrean terjadi di sejumlah SPBU, sementara suplai ke kampung-kampung terpencil melambat.
Bupati Siak, Afni Zulkifli, menyebut stok BBM di daerahnya masih aman. Masalah utama, kata dia, ada pada alur distribusi yang membatasi peran pelansir sebagai penghubung wilayah jauh.
“BBM di Siak aman, tetapi penyalurannya bermasalah. Warga kampung kesulitan karena pelansir tidak bisa lagi membeli BBM,” kata Afni, Selasa, 5 Mei 2026.
Rapat Forkopimda bersama Polres, Dandim, pengelola SPBU, warga, dan BPH Migas secara daring belum menghasilkan keputusan. Pemerintah pusat tetap menjalankan skema XStar dan sub-penyalur.
Kondisi geografis memperburuk situasi. Jarak kampung ke SPBU mencapai 5–80 kilometer. Di Teluk Lanus, warga menempuh hingga tujuh jam perjalanan perahu untuk mendapatkan BBM.
Dampaknya meluas. Petani terancam gagal panen, transportasi desa terhenti, sekolah terganggu, dan aktivitas ekonomi melambat. Di SPBU, antrean panjang memicu ketegangan warga.
Lebih dari 50 kampung terdampak. Ratusan pelansir yang selama ini menjadi jalur distribusi tidak lagi beroperasi. Kondisi ini membuat distribusi BBM Siak terganggu di wilayah pelosok.
Pemkab Siak akan meminta relaksasi kebijakan ke BPH Migas. Usulan mencakup kewenangan sementara bagi kepala daerah untuk menetapkan pelansir berbasis data pengawasan aparat.
Pemkab juga meminta pelansir tetap dapat mengakses BBM subsidi sambil menunggu sub-penyalur berjalan efektif.
Afni telah berkomunikasi dengan Komisi XII DPR RI bidang ESDM untuk mendorong solusi pemerintah pusat.
Ia memperingatkan, tanpa kebijakan cepat, gangguan distribusi dapat memperluas tekanan sosial dan ekonomi di wilayah terpencil. “Kami minta ada solusi segera,” ujarnya.[ril]
Leave a Reply