Bengkalis, detik45 com – Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Fakhtiar Qadri, S.Sos., M.AP, menutup masa reses terakhir tahun 2025 di daerah pemilihan Bengkalis–Bantan. Reses ini merupakan bagian dari agenda rutin DPRD untuk menjaring aspirasi warga di akhir tahun anggaran. Selama sepekan, sejak 6 hingga 11 November, Fakhtiar turun langsung ke sejumlah desa untuk mendengar keluhan dan harapan masyarakat.
Warga menyampaikan beragam aspirasi, mulai dari perbaikan infrastruktur lingkungan, peningkatan layanan pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan usaha kecil menengah. Fakhtiar berjanji memperjuangkan seluruh masukan agar dapat menjadi prioritas dalam program pembangunan tahun anggaran 2026.
“Sebagai wakil rakyat, sudah menjadi kewajiban saya memperjuangkan aspirasi masyarakat agar mendapatkan solusi nyata,” ujarnya saat menutup reses terakhir di desa Pangkalan Batang, Kecamatan Bengkalis, Selasa, 11 November 2025.
Fakhtiar, yang duduk di Komisi III DPRD Bengkalis membidangi keuangan dan perekonomian, menekankan pentingnya mendorong kemandirian ekonomi warga. Ia mengajak masyarakat mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis pertanian, mulai dari menanam sayuran dan bahan pangan lokal hingga memproduksi olahan seperti tahu dan tempe.
Langkah ini, menurutnya, tidak hanya memperkuat ekonomi keluarga, tetapi juga membuka peluang warga berpartisipasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah. Dengan setiap hasil panen dan produk olahan lokal yang dihasilkan warga, perekonomian lokal bergerak, dan keluarga memperoleh penghasilan tambahan.
“Program MBG memberi kesempatan masyarakat untuk memasok bahan pangan bergizi. Kalau hasil pertanian dan produk olahan lokal bisa masuk ke rantai pasok, warga ikut berkontribusi sekaligus mendapat nilai ekonomi,” tutur legislator asal Partai Golkar itu.
Ia menambahkan, kemandirian pangan penting agar Bengkalis tidak selalu bergantung pada pasokan sayuran dan bahan pokok dari daerah lain. Dengan mengoptimalkan potensi pertanian lokal, kebutuhan warga dapat terpenuhi dari hasil bumi sendiri, sementara kelebihannya menjadi sumber penghasilan tambahan.
“Kalau masyarakat mampu memenuhi kebutuhan dari hasil tanam sendiri, uang berputar di daerah dan ekonomi lokal ikut tumbuh,” ujarnya.
Bagi Fakhtiar, reses bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang penting untuk memperkuat komunikasi dua arah antara wakil rakyat dan konstituen. “Melalui dialog seperti ini, kami memahami lebih dalam kebutuhan warga dan berupaya menghadirkan kebijakan yang tepat sasaran,” katanya[ril]
Leave a Reply