Pekanbaru, detik45.com — Dugaan penghinaan terhadap tokoh adat Melayu Riau di Pekanbaru memicu perhatian publik setelah video insiden itu menyebar luas di media sosial. Polda Riau kini mendalami laporan terkait peristiwa yang terjadi di sebuah kedai kopi di Pekanbaru pada Senin, 4 Mei 2026.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan suasana kedai kopi mendadak memanas ketika seorang pria berinisial IP, yang diketahui merupakan ketua salah satu ormas di Pekanbaru mendatangi tokoh masyarakat Riau, H. Suparman, yang saat itu sedang berkumpul bersama sejumlah pengurus Lembaga Adat Melayu Riau atau LAMR. Pria tersebut diduga melontarkan ucapan bernada keras sambil menunjuk ke arah Suparman di hadapan pengunjung lain.
Sejumlah orang di lokasi lalu berusaha meredakan ketegangan agar situasi tidak berubah menjadi keributan terbuka. Namun, rekaman kejadian itu telanjur menyebar dan memancing reaksi dari berbagai kalangan masyarakat Melayu di Riau.
Perkara tersebut cepat menyedot perhatian publik karena berkaitan dengan kehormatan dan marwah adat Melayu. Karena itu, sejumlah tokoh masyarakat meminta semua pihak menahan diri agar kasus tersebut tidak memicu gesekan sosial baru.
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad mengatakan kepolisian telah menerima laporan pengaduan terkait dugaan penghinaan terhadap tokoh adat Melayu Riau tersebut. Saat ini, penyidik masih mengumpulkan bahan keterangan untuk memperjelas rangkaian peristiwa.
“Laporan sudah kami terima dan sedang didalami untuk membuat terang permasalahan. Proses penyelidikan berjalan sesuai prosedur,” kata Pandra, Selasa, 5 Mei 2026.
Menurut dia, kepolisian akan menangani perkara tersebut secara profesional dan objektif. Selain itu, polisi terus memantau perkembangan situasi setelah warganet ramai membagikan video insiden tersebut di media sosial.
Polda Riau juga mengimbau masyarakat tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi. Polisi meminta publik memberi ruang kepada aparat untuk menyelesaikan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Isu yang menyangkut marwah adat Melayu kerap sensitif di Riau. Karena itu, polisi berupaya menjaga perkara tersebut agar tidak melebar menjadi gesekan sosial di tengah masyarakat.[ril]
Leave a Reply