Bengkalis, detik45.com – Bupati Bengkalis Kasmarni mendorong Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah Kabupaten Bengkalis menerjemahkan ilmu dan inovasi menjadi perubahan yang dirasakan masyarakat. Ia mengingatkan kecendekiawanan tidak boleh berhenti di ruang diskusi.
Pesan itu disampaikan Kasmarni saat menghadiri pelantikan Pengurus ICMI Orda Kabupaten Bengkalis periode 2026–2031 di Balai Kerapatan Wisma Daerah Sri Mahkota Bengkalis, Senin, 31 Agustus 2026.
Pelantikan mengusung tema “Peradaban Islam dan Masa Depan Indonesia: Membangun Bangsa Berbasis Ilmu, Inovasi dan Akhlak”. Kasmarni menilai tema tersebut relevan dengan perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), serta perubahan ekonomi dan sosial yang berlangsung cepat.
Menurut Kasmarni, kondisi itu menuntut masyarakat tidak sekadar menjadi penonton. Mereka perlu beradaptasi sekaligus mengambil peran dalam menciptakan kemajuan.
“Untuk itu, kita membutuhkan tiga kekuatan utama, yakni ilmu untuk membangun kapasitas, inovasi untuk menciptakan kemajuan, dan akhlak untuk memastikan kemajuan tetap berada di jalan yang benar,” ujar Kasmarni.
Ia mengatakan ilmu tanpa akhlak dapat kehilangan arah. Begitu pula inovasi tanpa moral dapat kehilangan kendali. Karena itu, keduanya perlu berjalan bersama nilai-nilai akhlak agar kemajuan tetap memberi manfaat.
Dari gagasan tersebut, Kasmarni menempatkan ICMI sebagai salah satu kekuatan intelektual yang dapat mengambil peran dalam pembangunan Bengkalis. Ia meminta organisasi itu membawa pemikiran dari ruang diskusi ke persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Jangan biarkan kecendekiawanan berhenti di ruang diskusi. Turunkan gagasan ke lapangan, sentuh persoalan masyarakat, dan hadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” kata dia.
ICMI, menurut Kasmarni, dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dengan memberikan rekomendasi pembangunan yang berbasis ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.
Peran itu juga mencakup upaya menyiapkan generasi muda Bengkalis yang unggul dalam pendidikan, adaptif terhadap teknologi, dan kreatif dalam berinovasi. Di sisi lain, mereka perlu tetap memegang nilai agama dan budaya Melayu.
Kasmarni juga meminta ICMI berkontribusi dalam penguatan literasi, ekonomi umat, pendidikan, dan sumber daya manusia. Organisasi itu diharapkan turut menjaga persatuan, kerukunan, serta kehidupan sosial kemasyarakatan.
“Kami Pemerintah Kabupaten Bengkalis menyadari bahwa kami tidak mungkin bekerja sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi para ulama, akademisi, cendekiawan, tokoh agama, generasi muda, dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Kasmarni.
Pesan tersebut disampaikan bersamaan dengan dimulainya kepengurusan baru ICMI Orda Bengkalis. Ketua ICMI Organisasi Wilayah Provinsi Riau Drg. H. Burhanuddin Agung melantik Dr. Rinto sebagai ketua untuk periode 2026–2031.
Rinto akan didampingi Dr. Alma’arif, H. Khairi Fahrizal, dan Sri Mawarti sebagai wakil ketua. Ridho Muhajir menjabat sekretaris, dengan Dadang Suhenda, Sopian Elharfani, dan Syafrizal sebagai wakil sekretaris.
Posisi bendahara diisi Dr. Nuryasni Yazid, sedangkan Muhrodin dan Fakhriyani menjadi wakil bendahara.
Sejumlah pejabat dan tokoh daerah menghadiri pelantikan tersebut, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis Ersan Syaputra, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
ICMI Luncurkan Buku
Selain pelantikan, ICMI Orda Bengkalis meluncurkan buku Kapita Selekta “ICMI Orda Kabupaten Bengkalis Membangun Daerah”.
Kasmarni mengapresiasi buku tersebut sebagai karya intelektual ICMI. Ia berharap isinya tidak berhenti sebagai kumpulan pemikiran, tetapi dapat memantik gagasan konstruktif bagi pembangunan Bengkalis.
“Semoga karya ini menjadi referensi, inspirasi dan pemantik lahirnya lebih banyak gagasan konstruktif untuk kemajuan daerah,” ujarnya.
Agenda berikutnya berkaitan dengan pendidikan anak usia dini. Kasmarni menyampaikan rencana penandatanganan komitmen bersama untuk mendukung wajib belajar satu tahun prasekolah melalui PAUD berkualitas.
Komitmen itu akan melibatkan Kasmarni sebagai Bunda PAUD Kabupaten Bengkalis, perangkat daerah terkait, serta para mitra PAUD.
Kasmarni meminta komitmen tersebut tidak berhenti sebagai dokumen. Setiap pihak harus menerjemahkannya ke dalam program yang memiliki tindak lanjut, target, penanggung jawab, dan evaluasi.
“Kita harus memastikan setiap anak di Kabupaten Bengkalis memperoleh kesempatan mendapatkan pendidikan prasekolah yang berkualitas,” katanya.
Ia meminta camat dan kepala desa segera mendata anak usia 5–6 tahun yang belum memperoleh layanan PAUD. Mereka juga perlu menggerakkan keluarga dan masyarakat serta mendukung penguatan satuan PAUD di desa.
“Jangan sampai ada anak yang tertinggal hanya karena persoalan akses, informasi, atau lemahnya koordinasi,” ujar Kasmarni.
Menurut dia, pembangunan generasi masa depan membutuhkan keterlibatan pemerintah, sekolah, desa, keluarga, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai mitra.
“Generasi Emas 2045 tidak kita siapkan nanti, namun harus kita mulai dari sekarang. Kita bangun fondasinya hari ini dan kita siapkan generasinya untuk masa depan,” pungkas Kasmarni.[ril]
Leave a Reply