Bengkalis Perkuat Ekonomi Desa Lewat Koperasi Merah Putih

Sekretaris Daerah Bengkalis Ersan Saputra duduk di tengah bersama Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Andris Wasono dan Kadis Koperasi, UKM Bengkalis Ismail saat rapat koordinasi Koperasi Merah Putih di Kantor Gubernur Riau.
📸 Sekda Bengkalis Ersan Saputra (tengah) bersama Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Andris Wasono (kanan) dan Kadis Koperasi, UKM Bengkalis Ismail (kiri) menghadiri rapat koordinasi percepatan pembangunan Koperasi Merah Putih di Pekanbaru.

Bengkalis, detik45.com Pemerintah Kabupaten Bengkalis menegaskan dukungannya terhadap gerakan nasional Koperasi Merah Putih Desa dan Kelurahan (KMPDK). Program ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru di akar rumput, dengan desa sebagai pusat pertumbuhan.

Dukungan itu disampaikan Bupati Bengkalis melalui Sekretaris Daerah, dr. Ersan Saputra, dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pemetaan Lahan dan Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kantor Gubernur Riau, Senin, 10 November 2025.

Rapat yang dipimpin Kepala Disperindagkop dan UKM Riau, Ir. H. M. Taufiq Oesman Hamid, ini dihadiri perwakilan Kementerian Koperasi dan UKM, Kemenko Perekonomian, serta pejabat kabupaten/kota se-Riau.

Ersan menegaskan, Pemkab Bengkalis siap berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk mempercepat pemetaan lahan dan pembentukan koperasi produktif di tingkat desa.

“Kami yakin koperasi merah putih adalah wujud nyata penguatan ekonomi kerakyatan. Pemerintah daerah berkomitmen menjadikannya motor ekonomi warga desa,” ujarnya.

Pemerintah Bengkalis kini tengah memetakan lahan potensial agar koperasi tidak berhenti sebagai wadah administratif. “Kami ingin koperasi tumbuh dari kebutuhan warga, bukan sekadar proyek formalitas,” kata Ersan menambahkan.

Program ini menjadi tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Penguatan Ekonomi Kerakyatan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan koperasi merah putih sebagai ujung tombak distribusi ekonomi di desa, memperkuat kedaulatan ekonomi rakyat dari bawah.

Namun pelaksanaannya di lapangan belum tanpa kendala. Kepala Disperindagkop dan UKM Riau, Taufiq Oesman Hamid, mengakui sejumlah tantangan masih menghambat, mulai dari keterbatasan lahan, regulasi yang belum seragam, hingga minimnya kolaborasi antarlembaga.

“Hanya lima persen koperasi yang sudah punya pemetaan aset lahan lengkap,” katanya. Biaya pembebasan lahan dan tumpang tindih aturan daerah menjadi penghambat utama.

Saat ini terdapat 1.861 koperasi merah putih di Riau. Sebanyak 98 persen di antaranya telah terdaftar secara digital lewat aplikasi Mikro Side. Dari jumlah itu, 209 aset koperasi tengah dikembangkan untuk memperkuat permodalan dan memperluas usaha masyarakat.

Pemerintah berharap, gerakan ini mampu menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat ekonomi lokal, dan membuka akses pasar hingga tingkat nasional.

Bagi Bengkalis, koperasi merah putih bukan sekadar turunan kebijakan pusat, tapi peluang untuk membangun kembali semangat gotong royong ekonomi di desa.

Dengan dukungan pemerintah dan sinergi warga, daerah ini berambisi menjadi contoh nyata bahwa kemandirian ekonomi bisa tumbuh dari desa.[ril]

 

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto? Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555 via EMAIL: redaksidetik45@gmail.com (mohon dilampirkan data diri Anda)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*