Sentul, detik45.com — Arena Sentul International Convention Center, Jawa Barat, Senin 2 Februari 2026 menjadi tempat Presiden Prabowo Subianto memaparkan arah pembangunan nasional kepada para kepala daerah dari seluruh Indonesia. Dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah itu, Prabowo menegaskan bahwa semua program harus bergerak dari rencana ke tindakan nyata.
Ia meminta pemerintah daerah mengutamakan hasil, bukan seremonial. “Kerja kita harus memberi dampak langsung bagi rakyat,” kata Prabowo di hadapan para pimpinan lembaga negara, kementerian, dan kepala daerah.
Salah satu fokus utama yang ia tekankan adalah hilirisasi sumber daya alam. Prabowo menyebut agenda hilirisasi sebagai fondasi ekonomi baru Indonesia, yang ditargetkan melaju lebih cepat menjelang 2026. Menurutnya, nilai tambah dari kekayaan alam harus dinikmati di dalam negeri, bukan sekadar diekspor dalam bentuk mentah.
Agenda lingkungan juga mendapat porsi besar. Pemerintah pusat menyiapkan pembangunan fasilitas waste to energy di 34 kota untuk mengurangi persoalan persampahan, sekaligus memperkuat Gerakan Indonesia Asri—program yang menargetkan daerah tetap aman, bersih, sehat, dan tertata. Prabowo menyebut langkah ini sebagai bagian dari upaya menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.
Selain hilirisasi dan lingkungan, Prabowo menyinggung swasembada pangan dan energi, program Makan Bergizi Gratis, serta penguatan ekonomi rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Ia menambahkan, pemerataan pendidikan digital tetap menjadi prioritas agar tidak ada anak yang tertinggal.
Bupati Bengkalis Kasmarni menyambut arahan tersebut sebagai landasan kerja daerahnya. Ia menyebut kebijakan nasional menjadi dorongan bagi pemerintah daerah agar lebih fokus pada kebutuhan masyarakat. “Arahan Presiden memperkuat komitmen kami untuk memastikan program daerah betul-betul menyentuh warga,” ujar Kasmarni seusai acara.
Kasmarni menegaskan Bengkalis akan memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, terutama dalam menjalankan agenda hilirisasi dan program lingkungan. Ia menyebut stabilitas daerah sebagai kunci pembangunan berkelanjutan.
Dalam kegiatan itu, Kasmarni hadir bersama Wakil Bupati Bagus Santoso, Ketua DPRD Bengkalis Septian Nugraha, Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis Nadda Lubis, Dandim 0303 Letkol Inf Haris Nur Priatno, Kepala BPS Sudiro, Kepala Badan Kesbangpol Suwarto, serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Agus Sofyan.[ril]
Leave a Reply