Lewat MBG, Guru PAUD Cahaya Kasih Biasakan Anak Makan Sayur

Siswa PAUD Cahaya Kasih Bengkalis makan bersama dalam program MBG.
📸 Siswa KB Cahaya Kasih di Desa Sungai Alam, Bengkalis, makan bersama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bengkalis, detik45.com Guru Kelompok Bermain (KB) Cahaya Kasih, Desa Sungai Alam, Bengkalis, memanfaatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk membentuk kebiasaan makan sehat pada anak usia dini. Melalui pola makan bersama di kelas, guru mendorong anak-anak yang sebelumnya enggan menyentuh sayur agar mulai terbiasa.

Sejak program berjalan pada pertengahan Januari 2026, guru melihat perubahan perilaku makan siswa. Sebelumnya, sebagian anak menyisihkan sayur dari piring saat jam makan. Namun, rutinitas makan bersama yang guru terapkan di kelas perlahan mengubah kebiasaan tersebut.

Pimpinan KB Cahaya Kasih, Dahniar, mengatakan anak-anak mudah meniru kebiasaan teman sebaya saat makan. Guru kemudian memanfaatkan kondisi itu untuk menanamkan pola makan sehat secara alami.

“Awalnya banyak yang tidak mau makan sayur. Sekarang mulai ikut makan karena melihat teman-temannya,” kata Dahniar, Kamis, 30 April 2026.

Di sela waktu makan, guru menjelaskan secara sederhana manfaat sayur dan pentingnya gizi seimbang. Guru memilih cara ini agar anak memahami pesan tanpa merasa sedang mengikuti pelajaran formal.

Upaya di tingkat sekolah ini sejalan dengan kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang mendorong pembiasaan pola makan sehat bagi anak usia 3–6 tahun melalui program MBG.

Kepala SPPG Sungai Alam, Sahrul Mubarak, mengatakan program tersebut tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi harian, tetapi juga pembentukan kebiasaan makan sehat sejak dini.

“Kami setiap hari menyiapkan dan mengirimkan makanan ke sekolah untuk memastikan anak-anak mendapat asupan bergizi selama mengikuti kegiatan belajar,” kata Sahrul.

Sementara itu, Asisten Lapangan SPPG Sungai Alam, Rudi Hartono, menyebut pihaknya terus menyesuaikan menu berdasarkan masukan orang tua siswa. Penyesuaian dilakukan agar makanan yang disajikan tetap sesuai kebutuhan anak sekaligus dapat diterima dengan baik.

“Kami melihat tidak semua anak langsung menerima sayur dalam menu harian, sehingga kami terus memperbaiki variasi makanan agar proses pembiasaan berjalan lebih efektif.”

Di tingkat sekolah, guru menilai perubahan ini memberi dampak jangka panjang. Selain membentuk kebiasaan makan sehat, anak-anak juga diharapkan lebih siap secara fisik sebelum memasuki jenjang Sekolah Dasar.[ril]

 

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto? Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555 via EMAIL: redaksidetik45@gmail.com (mohon dilampirkan data diri Anda)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*