PEKANBARU, detik45.com — Kepolisian Daerah Riau mengubah strategi penanganan gangguan keamanan publik. Polisi kini menempatkan pers sebagai elemen taktis dalam sistem deteksi dini. Kapolda Riau menilai pasokan informasi akurat dari jurnalis jauh lebih efektif meredam potensi bentrokan fisik. Langkah ini dinilai lebih ampuh ketimbang mengerahkan pasukan di lapangan.
Media massa bukan sekadar penyebar berita. Kapolda Riau Inspektur Jenderal Arman Achdiat menyebut pers sebagai jangkar penyeimbang di tengah rawannya disinformasi. Informasi yang valid sangat krusial untuk mencegah gesekan sosial. Potensi konflik ini rawan terjadi di kawasan perkebunan kelapa sawit dan pelabuhan.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri,” kata Arman saat berdialog dengan jurnalis di rumah dinasnya, Jalan P. Diponegoro, Pekanbaru, Senin malam, 26 Oktober 2026. Menurut dia, kemitraan dengan pers harus tegak di atas keterbukaan. Hal ini penting agar aparat dan media bisa memitigasi setiap potensi masalah secara bersama.
Forum tatap muka ini juga dihadiri jajaran pejabat utama polda. Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Polisi langsung menguji langkah kolaboratif ini untuk merespons isu di sektor pendidikan. Taufik, jurnalis Pekanbaru Pos, memberi masukan mengenai ancaman zat adiktif di kalangan remaja. Merespons hal itu, Arman menginstruksikan Direktorat Binmas untuk segera bergerak ke sekolah-sekolah. Langkah cepat ini bertujuan memutus rantai peredaran di tingkat pelajar.
Selain sektor pendidikan, kerja sama ini menyasar pengawasan wilayah perairan. Kondisi geografis Riau rawan karena berbatasan langsung dengan Malaysia. Faktor ini memicu maraknya pelabuhan tikus sebagai jalur penyelundupan. Korps Bhayangkara kini merajut komunikasi intensif dengan BNNP dan pemerintah daerah. Mereka mempertebal pengamanan di titik rawan seperti Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.
Arman optimistis terhadap pendekatan interaktif dua arah ini. Perwira tinggi yang telah mengabdi selama 34 tahun di Polri itu yakin deteksi dini akan berjalan lebih optimal. Strategi ini menjadi tumpuan untuk menghalau ancaman narkotika, kerusakan lingkungan, hingga konflik agraria di Bumi Lancang Kuning.[ril]
Leave a Reply