PEKANBARU, detik45.com – Satu tahun di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar, Pekanbaru menunjukkan arah pembangunan yang kian terstruktur dan progresif. Berbagai program prioritas tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi telah diwujudkan dalam bentuk kebijakan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dalam kurun waktu tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru berhasil menghadirkan sejumlah terobosan di berbagai sektor. Dari sisi pelayanan publik, kehadiran Mobil AMAN memudahkan warga dalam mengakses layanan administrasi kependudukan. Sementara itu, kebijakan penurunan tarif parkir menjadi salah satu langkah konkret yang langsung menyentuh kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Di sektor lingkungan, gerakan “Serbu Sampah” digulirkan secara masif dengan pembentukan Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di 83 kelurahan. Penindakan terhadap pembuang sampah ilegal juga diperketat, disertai penertiban 175 tiang reklame demi menjaga estetika kota. Upaya ini diperkuat dengan penanaman 15 ribu pohon sebagai bagian dari visi Pekanbaru Green City yang berkelanjutan.
Pengendalian banjir turut menjadi fokus utama, dengan penanganan di 20 titik rawan, normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer, serta pembenahan drainase dan daerah aliran sungai (DAS) sepanjang 109,5 kilometer. Hasilnya, risiko genangan di sejumlah kawasan mulai berkurang secara signifikan.
Di bidang sosial dan pendidikan, Pemko Pekanbaru menggelontorkan berbagai program strategis. Beasiswa S1 hingga S3, termasuk bagi hafiz Al-Qur’an, terus diperluas. Program Zero Putus Sekolah berhasil menjaring 1.778 anak dan mengembalikan 757 di antaranya ke bangku pendidikan. Pemerintah juga membantu penyelesaian ijazah tertahan serta pemenuhan perlengkapan sekolah.
Komitmen terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia ditunjukkan melalui program wajib belajar 13 tahun dengan menghadirkan satu PAUD di setiap kelurahan. Program ini terintegrasi dengan layanan posyandu guna menekan angka stunting. Selain itu, layanan kesehatan gratis serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik dan kelompok rentan juga terus digencarkan.
Dalam aspek budaya dan olahraga, Pekanbaru berhasil meraih Juara 2 Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Riau dan sukses menggelar MTQ ke-57 tingkat kota. Festival Kreatif Budaya Melayu turut menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus penggerak UMKM. Sementara itu, gaya hidup sehat didorong melalui event Pekanbaru 10K dan peresmian Stadion Mini Gelora Hang Tuah.
Pemberdayaan masyarakat diwujudkan melalui program bantuan Rp100 juta per RW, pengangkatan PPPK, serta pemberian tunjangan kinerja ke-14 guna memperkuat kapasitas aparatur pemerintah.
Di sektor infrastruktur, capaian pembangunan bahkan melampaui target. Lebih dari 42 kilometer jalan telah diperbaiki, 42 halte diremajakan, lampu penerangan jalan dipasang, serta layanan wifi gratis disediakan di sejumlah titik. Untuk menjaga stabilitas ekonomi, bazar pangan murah digelar di 50 lokasi guna menekan harga kebutuhan pokok.
Dari sisi tata kelola, Pemko Pekanbaru mencatat pencapaian penting dengan melunasi utang daerah sebesar Rp467 miliar. Selain itu, kemudahan investasi terus didorong, termasuk percepatan proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang kini dapat diselesaikan hanya dalam satu jam.
Sebagai bentuk peningkatan rasa aman, Pemko Pekanbaru juga meluncurkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112. Di sektor lingkungan, inovasi pengelolaan sampah melalui proyek waste to energy (WTE) mulai dikembangkan sebagai solusi jangka panjang.
Atas berbagai capaian tersebut, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho meraih penghargaan peringkat dua nasional dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari pemerintah pusat, khususnya dalam menekan angka kemiskinan dan stunting.
Selain itu, akselerasi Program Strategis Nasional (PSN) juga terus didorong. Program Makan Bergizi Gratis kini didukung 27 dapur umum yang mampu menyediakan hingga 3.500 porsi per hari. Sebanyak 83 koperasi Merah Putih telah terbentuk di tingkat kelurahan, sementara digitalisasi pendidikan mulai diterapkan melalui penggunaan smartboard di sekolah negeri.
Program pembangunan rumah swadaya berhasil membangun 42 unit rumah layak huni dan merehabilitasi 12 unit lainnya. Di sektor energi, sebanyak 20 ribu sambungan jaringan gas kota telah terealisasi untuk masyarakat.
Dengan berbagai capaian tersebut, kepemimpinan Agung–Markarius dinilai berhasil meletakkan fondasi kuat bagi transformasi Pekanbaru menuju kota yang lebih bersih, sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Editor : Emos Gea
Leave a Reply