Bengkalis, detik45.com – Pemerintah Kabupaten Bengkalis menggelar lomba gasing dan layang-layang sebagai upaya menjaga permainan tradisional agar tetap dikenal generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Perlombaan yang menjadi rangkaian Hari Jadi ke-514 Bengkalis itu diikuti 72 peserta dari kalangan masyarakat dan pelajar.
Lomba gasing kategori umum diikuti 18 peserta. Sementara itu, lomba layang-layang diikuti 54 pelajar, terdiri atas 25 siswa SMP dan 29 siswa SMA. Seluruh perlombaan berlangsung di halaman Asrama Koramil 01 Bengkalis pada Ahad, 19 Juli 2026.
Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Bengkalis Hambali membuka kegiatan tersebut mewakili Bupati Bengkalis Kasmarni. Dalam sambutan yang dibacakannya, Kasmarni mengatakan permainan tradisional tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya Melayu, tetapi juga mengajarkan sportivitas, disiplin, kreativitas, kerja sama, dan semangat pantang menyerah.
“Permainan tradisional mengajarkan banyak nilai kehidupan, seperti sportivitas, ketekunan, kreativitas, kerja sama, kesabaran, disiplin, serta semangat pantang menyerah,” kata Hambali membacakan sambutan Bupati.
Menurut Kasmarni, perkembangan teknologi digital menjadi tantangan bagi keberlangsungan permainan tradisional. Karena itu, pemerintah daerah menjadikan lomba gasing dan layang-layang sebagai salah satu cara memperkenalkan kembali permainan rakyat kepada kalangan pelajar sekaligus menjaga tradisi yang telah lama hidup di masyarakat.
Pemkab Bengkalis berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda peringatan hari jadi daerah, tetapi berlanjut sebagai ruang pembinaan bagi generasi muda agar tetap mengenal dan melestarikan permainan tradisional. [ril]
Leave a Reply