Jakarta, detik45.com – Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026. Ia menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
Penunjukan Sudaryono menempatkan salah satu tokoh yang lama berada di lingkar politik Prabowo sebagai pimpinan BGN. Lembaga ini mengemban program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintahan. Program tersebut menyasar jutaan penerima manfaat dan menjadi salah satu kebijakan yang paling mendapat perhatian sejak Prabowo menjabat presiden.
Sebelum memimpin BGN, Sudaryono menjabat Wakil Menteri Pertanian. Ia juga memiliki hubungan panjang dengan Prabowo. Sebelum masuk pemerintahan, ia menjadi asisten pribadi Prabowo. Setelah itu, ia berkarir di Partai Gerindra hingga menduduki sejumlah jabatan strategis.
Pria kelahiran Grobogan, Jawa Tengah, itu kerap mengangkat latar belakangnya sebagai anak petani saat berbicara tentang sektor pangan dan pertanian. Pengalaman tersebut menjadi bekal ketika ia masuk ke pemerintahan. Ia kemudian menangani isu ketahanan pangan dan rantai pasok.
Kini Sudaryono menghadapi tantangan baru. BGN tidak hanya memastikan ketersediaan bahan pangan. Lembaga itu juga mengawasi kualitas gizi, keamanan makanan, distribusi, serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah.
Latar belakang Sudaryono di bidang politik, organisasi, dan pertanian menjadi modal untuk mengkoordinasikan pelaksanaan program lintas kementerian dan pemerintah daerah. Namun, penunjukannya juga memunculkan pertanyaan tentang kesiapan memimpin lembaga yang berfokus pada gizi masyarakat.
Sorotan tersebut menjadi tantangan awal bagi Sudaryono. Kedekatannya dengan Presiden Prabowo membuat publik menaruh ekspektasi tinggi terhadap kepemimpinannya di BGN. Publik akan menilai keberhasilan program Makan Bergizi Gratis dari kualitas makanan, efektivitas distribusi, tata kelola anggaran, serta akuntabilitas pelaksanaannya, bukan hanya dari luasnya cakupan penerima manfaat.
Publik juga akan mengukur keberhasilannya dari manfaat yang dirasakan masyarakat serta transparansi pengelolaan program.[ril]
Leave a Reply