Bengkalis, detik45.com – Bupati Bengkalis Kasmarni meminta seluruh pejabat Pemerintah Kabupaten Bengkalis meninggalkan budaya kerja “yang penting selesai”. Menurut dia, keberhasilan pejabat tidak cukup diukur dari tebalnya laporan atau besarnya anggaran yang terserap, tetapi dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
Kasmarni menyampaikan hal itu saat melantik sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis di Ruang Dang Merdu Lantai IV Kantor Bupati Bengkalis, Senin, 14 September 2026.
Dalam pelantikan tersebut, tiga pejabat pimpinan tinggi pratama mendapat tugas baru. Dr. H. Aready, SE., M.Si., menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis. Ed Efendi, SH., MH., menjadi Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis. Adapun Hadi Prasetyo, ST., M.Si., menjadi Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bengkalis.
Selain tiga pejabat tersebut, Kasmarni juga melantik pejabat administrator, pengawas, serta pejabat fungsional dengan tugas tambahan. Pemerintah daerah menentukan penempatan mereka melalui evaluasi kinerja dan uji kompetensi atau fit and proper test, dengan mempertimbangkan rekam jejak, kompetensi, serta kebutuhan organisasi.
Pada tingkat administrator, Imran, ST., M.Si., menjadi Sekretaris Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan. Tuti Andayani, SE., M.Ak., menjadi Sekretaris Badan Pendapatan Daerah. Jumiharto, SH., menjadi Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Aparatur BKPP. Sementara Tri Aprilistari, SH., menjadi Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur, Penghargaan dan Pemberhentian BKPP.
Selanjutnya, Mohammad Safrizal, ST., M.Cs., menjadi Kepala Bidang Perizinan dan Kelembagaan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah. Munira, SE.Sy., M.Si., menjadi Kepala Bidang Pengendalian dan Pengembangan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bengkalis.
Untuk jabatan pengawas dan jabatan lainnya, Yana Melia, SH., menjadi Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Kecamatan Mandau pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Joko Hendri Sukmana, S.I.P., menjadi Kepala UPTD Pengelolaan Sampah dan Ruang Terbuka Hijau Kecamatan Mandau dan Kecamatan Bathin Solapan pada Dinas Lingkungan Hidup.
Sementara, Indra, SH., menjadi Kepala Subbagian Penyusunan Program pada Sekretariat Dinas Perhubungan. Bendri, SE.Sy., M.A.P., menjadi Kepala Subbagian Penyusunan Program Umum dan Kepegawaian pada Sekretariat Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Khairul Saleh, A.Md., menjadi Kepala UPT Penyuluhan Pertanian Kecamatan Bathin Solapan pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan.
Berikutnya, Rudy Handoko, SH., menjadi Kepala UPT Pembibitan dan Pengembangan Perkebunan Kecamatan Pinggir pada Dinas Perkebunan. Ardiansyah, A.Md., menjadi Kepala Subbidang Penerimaan Kas Daerah pada Bidang Perbendaharaan BPKAD.
Honest Nazaldi, SE.Sy., M.M., menjadi Kepala Seksi Pelayanan Umum pada Kantor Camat Bantan. Hazazi Akbar, S.Kom., menjadi Lurah Babussalam Kecamatan Mandau. Dedi Dhamhudi, S.A.P., menjadi Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial dan Budaya Kantor Camat Pinggir.
Selain itu, Bambang Supriyanto, S.A.P., menjadi Kepala Subbagian Tata Usaha UPTD Pengelolaan Sampah dan Ruang Terbuka Hijau Kecamatan Bukit Batu pada Dinas Lingkungan Hidup. Muhammad, S.A.P., menjadi Kepala Subbagian Tata Usaha UPTD Pengelolaan Sampah dan Ruang Terbuka Hijau Kecamatan Pinggir dan Kecamatan Talang Muandau pada Dinas Lingkungan Hidup.
Di lingkungan Dinas Sosial, Harzulkifli, SH., menjadi Kepala UPT Rumah Singgah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Kecamatan Mandau. Sri Rahayu, S, S.Kom., menjadi Kepala UPT Rumah Penampungan Sementara Tuna Sosial Kecamatan Bukit Batu.
Kemudian, Ali Rahmad, S.STP., M.Si., menjadi Kepala UPT Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi Kecamatan Mandau pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah.
Pada tingkat kelurahan dan kecamatan, Wirda Santi, S.A.P., menjadi Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum pada Kelurahan Rimbasekampung Kecamatan Bengkalis. Muhammad Yusuf, S.Sos., menjadi Kepala Subbagian Keuangan dan Perlengkapan pada Sekretariat Kantor Camat Bantan.
Selanjutnya, Juprizal, S.A.P., menjadi Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat, Sosial dan Budaya Kantor Kelurahan Duri Barat Kecamatan Mandau. Zulkifli, SH., menjadi Sekretaris Kelurahan Air Jamban Kecamatan Mandau.
Jernita Simanullang, S.A.P., menjadi Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum Kantor Kelurahan Air Jamban Kecamatan Mandau. Desriyanti, SH., menjadi Sekretaris Kelurahan Balik Alam Kecamatan Mandau.
Jantrin Tobing, A.Md., menjadi Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum pada Kantor Kelurahan Balik Alam Kecamatan Mandau. Heri Setyawan, SE., menjadi Sekretaris Kelurahan Gajah Sakti Kecamatan Mandau.
Adapun pada jabatan fungsional dengan tugas tambahan, dr. T. Agusta Meisal menjadi Dokter Ahli Madya sekaligus mendapat tugas tambahan sebagai Kepala UPT Puskesmas Meskom Kecamatan Bengkalis pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis.
Dr. Fernando, Sp.A., menjadi Dokter Ahli Utama pada Rumah Sakit Umum Daerah Bengkalis. Iswani Asra, Am.Keb., SKM., menjadi Administrator Kesehatan Ahli Muda pada UPT Puskesmas Pematang Pudu Kecamatan Mandau. Ns. Mutiara Pertiwi, S.Kep., menjadi Administrator Kesehatan Ahli Madya pada Rumah Sakit Umum Daerah Bengkalis Kabupaten Bengkalis.
Lely Ira Prativi Dalimunthe, A.Md.AFM., SKM., menjadi Administrator Kesehatan Ahli Muda pada UPT Puskesmas Balai Makam Kecamatan Bathin Solapan. Kharlina Adelista, S.Psi., menjadi Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Pertama pada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Bengkalis.
Sementara itu, Desi Andriani, Amd.Keb., menjadi Bidan Terampil pada UPT Puskesmas Muara Basung Kecamatan Pinggir. Jasmaidar Caniago, Amd.Keb., menjadi Bidan Terampil pada UPT Puskesmas Sebangar Kecamatan Bathin Solapan. Rozita, Amd.Keb., menjadi Bidan Terampil pada UPT Puskesmas Serai Wangi Kecamatan Talang Muandau.
Menurut Kasmarni, perubahan posisi tersebut bukan sekadar agenda rutin birokrasi. Sebaliknya, penempatan pejabat harus menjadi bagian dari upaya membangun kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pada kinerja nyata.
“Semakin tinggi jabatan, semakin besar tanggung jawab. Semakin besar kewenangan, semakin kuat tuntutan untuk menghadirkan kinerja, integritas, dan keteladanan,” ujar Kasmarni.
Karena itu, Kasmarni meminta seluruh jajaran tidak bekerja sekadar menggugurkan kewajiban. Ia menetapkan tiga ukuran utama keberhasilan birokrasi, yakni penyelesaian masalah, kecepatan pelayanan, dan hasil yang terukur.
Pertama, penyelesaian masalah dapat terlihat dari seberapa banyak persoalan warga yang teratasi. Kedua, kecepatan pelayanan dapat diukur dari seberapa cepat jajaran menerapkan perbaikan dan inovasi layanan publik.
Sementara itu, hasil yang terukur berarti setiap program harus memiliki keluaran, hasil, dan dampak yang jelas serta bermanfaat bagi masyarakat.
Kasmarni juga meminta birokrasi Bengkalis tidak kaku dan terjebak dalam rutinitas. Menurut dia, birokrasi harus bergerak lebih cepat, responsif, dan adaptif dalam menghadapi tantangan pemerintahan, termasuk keterbatasan ruang fiskal, perkembangan teknologi, serta masyarakat yang semakin kritis.
Pada akhirnya, Kasmarni menekankan bahwa kompetensi dan inovasi harus berjalan bersama integritas serta etika kepemimpinan. Ia mengingatkan para pejabat agar menggunakan kewenangan sesuai dengan tanggung jawab yang melekat pada jabatan masing-masing.[ril]
Leave a Reply