BENGKALIS, detik45.com — Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni mengingatkan kader Partai Golkar agar menjauhkan Musyawarah Daerah (Musda) Ke-XI dari potensi perpecahan internal. Kasmarni meminta partai berlambang pohon beringin itu menjadikan ajang lima tahunan ini sebagai ruang adu gagasan yang konstruktif.
“Jadikan Musda ini sebagai momentum memperkuat persaudaraan, bukan mempertajam perbedaan,” kata Kasmarni saat menghadiri pembukaan musyawarah di Hotel Grand Zuri Duri, Rabu, 28 Oktober 2026.
Menurut Kasmarni, pemerintah daerah membutuhkan kolaborasi dari seluruh kekuatan politik untuk membangun wilayah pesisir. Ia mengajak kepengurusan baru kelak ikut mengintervensi penguatan ekonomi kerakyatan dan sektor UMKM.
Kasmarni menegaskan bahwa kepentingan masyarakat harus berada di atas kepentingan kelompok.
Bupati juga menyatakan kesiapan pemerintahannya untuk menerima kritik. Ia menilai demokrasi yang matang harus mampu mengubah perbedaan pandangan menjadi solusi pembangunan.
Musda Ke-XI ini bertujuan memilih nakhoda baru serta menyusun kepengurusan organisasi untuk periode mendatang. Ketua I DPD Partai Golkar Provinsi Riau H. Yulisman membuka langsung acara tersebut. Pembukaan ini dihadiri Sekretaris DPD I H. Suparman, Ketua Harian Parisman Ikhwan, dan Ketua DPD Golkar Bengkalis Syahrial.
Kasmarni mendatangi Musda dengan pengawalan jajaran legislatif. Ketua DPRD Bengkalis Septian Nugraha dan Wakil Ketua DPRD M. Arsya Fadillah terlihat hadir di lokasi. Sejumlah kepala dinas dan camat se-Daratan Mandau juga turut mendampingi Bupati.
Musyawarah lima tahunan ini berakhir dengan aklamasi Fakhtiar Qadri sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bengkalis periode 2026–2031. Anggota DPRD dari Daerah Pemilihan Bengkalis-Bantan tersebut sukses meraih dukungan penuh seluruh pemilik suara.[ril]
Leave a Reply