PEKANBARU, detik45.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta Manaqib Qubro Syeh Abdul Qodir Al Jailani 1444 H / 2022 M yang dibawakan oleh kolaborasi beberapa Dai dari Jawa Barat dan Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatul Mubtadi’in.
Acara tersebut diadakan di Ponpes Hidayatul Mubtadi’in Jalan Suka Maju kelurahan Rumbai Timur, Kecamatan Rumbai, Minggu (09/10/2022).
Prosesi acara diawali pembacaan sholawat dan Tilawatil Quran, dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kali ini dengan mengusung tema
“Untuk memperingati Maulid Nabi tidak butuh Hadist Sahih tapi cukup hati yang bersih.”
Peringatan Maulid Nabi SAW merupakan momentum yang sangat baik untuk meningkatkan kecintaan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW dan meneladani akhlak beliau.
Dalam tausiyahnya Pengasuh Ponpes Hidayatul Mubtadi’in Ustad Muhammad Bandan Niji Al Jarzani menyampaikan
“Memperingati Maulid Nabi dan Rasul Allah yaitu menghadirkan cinta kepada Sang Nabi dan Para Ulamanya. Semoga kita semua dimasukkan dalam golongan umat Nabi Muhammad SAW.
“Kita tidak dapatkan Ridha Allah, ampunan, surga Allah tanpa mendapatkan Syafaat Rasul, silakan cari di akhirat kalau bisa cari Nabi yang memberikan pertolongan dan syafaat kepada kita, enggak ada di dunia cari yang lebih cinta dan sayang kepada diri kita kecuali Baginda Nabi.”
“Pemimpin-pemimpin dunia ketika ditanya semuanya apa yang mereka jawab, hei apa yang kamu ingat Hitler ditanya ketika mau mati Yang dia ingat, senjata saya mana senjata saya, Napoleon ketika ditanya apa yang diingat istri saya pada ke mana istri saya tolong istri saya, tapi Baginda Nabi Muhammad Saw ketika ditanya oleh anaknya kenapa engkau berlinang air mata ketika akan wafat siapa yang kau ingat Ya Rasulullah, Siapa yang kau khawatirkan, yang aku khawatirkan setelah peninggalanku adalah bukan engkau Fatimah bukan engkau Ali bukan sahabat-sahabat Tapi siapa yang aku khawatirkan adalah Umatku, Allahu akbar.”
“Itulah kecintaan Rasulullah Saw kepada umatnya. Peringatan Maulid bukan untuk mencaci maki orang, bukan berdakwah menggunjing orang, bukan untuk merendahkan orang tetapi mensejarahkan kehebatan akhlak Nabi Muhammad Saw dan menceritakan sebagian dari lahirnya, masa kecilnya, istimewanya, keindahan fisiknya, akhlaknya itu inti dari peringatan maulid agar menghadirkan cinta kepada Nabi jangan sampai peringatan Maulid tidak tahu sejarah Nabi, di sini yang hadir ini orang-orang yang datang dari jauh itu tandanya cinta kepada Nabi.” Tutup Ustad Bandan.
Tiba pada acara inti Maulidatun Hasanah pembacaan maulid nabi dan Manaqib Qubro Syech Abdul Qodir Al Jailani yang dibawakan oleh Kolaborasi Para Da’i dari Jawa Barat dan Pengasuh Ponpes Hidayatul Mubtadi’in KH Alif Munawar, Abuya Aziz Ahmad Fauzi, KH Ali Ahmad Fauzi dan Ustad Zainal.
Acara dihadiri oleh Aparatur Pemerintah setempat, DPP Mitra Sunda Riau (Misuri), Misuri Kota Pekanbaru, Sunda Ngacapruk Riau (SNR) dan para jamaah dari berbagai daerah yang ada di Riau.
Acara ditutup dengan Doa.
Reporter : NH
Editor : Adi Umar
Leave a Reply