Pekanbaru, detik45.com – Pemerintah Provinsi Riau bersama Bank Indonesia kembali menghadirkan layanan uang rupiah layak edar bagi masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026. Langkah ini bertujuan memastikan warga di pulau-pulau terpencil tetap memperoleh rupiah dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, dan kondisi layak edar untuk menunjang aktivitas ekonomi sehari-hari.
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan ekspedisi tersebut menjadi upaya pemerintah bersama Bank Indonesia menghadirkan layanan kas secara merata hingga ke daerah terpencil. Menurut dia, masyarakat di wilayah kepulauan berhak memperoleh layanan yang sama seperti masyarakat di daerah lain.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen kita bersama untuk memastikan ketersediaan uang rupiah dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, serta dalam kondisi layak edar di seluruh daerah, khususnya wilayah 3T di Provinsi Riau,” ujar Hariyanto saat melepas Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di Pekanbaru, Senin, 20 Juli 2026.
Hariyanto menjelaskan karakter geografis Riau menjadi tantangan tersendiri dalam menyalurkan uang rupiah. Provinsi ini memiliki banyak pulau yang tersebar sehingga layanan kas membutuhkan penanganan khusus.
Beberapa pulau yang menjadi prioritas layanan antara lain Rupat, Bengkalis, Mendol, Guntung, dan Tebing Tinggi. Akses menuju kawasan tersebut tidak semudah wilayah daratan sehingga distribusi uang memerlukan dukungan logistik yang lebih besar.
“Wilayah-wilayah ini memerlukan perhatian khusus agar masyarakat tetap mendapatkan hak yang sama dalam menggunakan rupiah sebagai alat pembayaran yang sah,” katanya.
Ekspedisi Rupiah Berdaulat tidak hanya bertujuan menyediakan uang rupiah layak edar. Program ini juga menegaskan hadirnya negara hingga ke kawasan kepulauan dan perbatasan. Pemerintah berharap masyarakat di wilayah 3T semakin mencintai rupiah dan menggunakannya dalam setiap transaksi.
Hariyanto berharap pemerintah daerah, Bank Indonesia, TNI, Polri, pemerintah kabupaten/kota, serta instansi terkait terus memperkuat koordinasi selama ekspedisi berlangsung. Kolaborasi itu diperlukan agar layanan penyaluran rupiah berjalan aman, lancar, dan tepat sasaran.
“Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga sinergi, koordinasi, dan kolaborasi agar pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat dapat berjalan aman, lancar, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.[ril]
Leave a Reply