Mahasiswa KUKERTA UNRI Kenalkan Eco Paving dan POC di Desa Pangkalan Batang Barat

Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau berfoto bersama perangkat desa dan warga setelah menggelar sosialisasi pengolahan sampah menjadi pupuk organik cair (POC) dan eco paving di Aula Kantor Desa Pangkalan Batang Barat, Kecamatan Bengkalis, Senin (20/7/2026).
📸 Mahasiswa KUKERTA UNRI, perangkat desa dan warga foto bersama usai sosialisasi pengolahan sampah di Desa Pangkalan Batang Barat, Bengkalis.

Bengkalis, detik45.com Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau (UNRI) mengenalkan cara memanfaatkan sampah dapur menjadi pupuk organik cair (POC) dan mengolah limbah plastik menjadi eco paving kepada warga Desa Pangkalan Batang Barat, Kecamatan Bengkalis, Senin, 20 Juli 2026. Melalui program Eco Kreatif Desa, mereka mengajarkan teknik sederhana yang dapat langsung dipraktikkan di rumah.

Mahasiswa KUKERTA menggelar sosialisasi di Aula Kantor Desa Pangkalan Batang Barat. Sekretaris Desa Munawir mewakili Penjabat Kepala Desa. Para kepala dusun, ketua RT dan RW, perwakilan Tim Penggerak PKK, serta warga turut mengikuti kegiatan tersebut.

Pada sesi pertama, mahasiswa memperagakan cara mengolah sisa sayuran dan bahan organik dapur menjadi pupuk organik cair. Pemateri Rayhan Duta Ramandhika menjelaskan bahwa warga hanya memerlukan peralatan sederhana untuk membuat POC di rumah.

“Sampah organik rumah tangga dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair yang mendukung pertumbuhan tanaman sekaligus mengurangi limbah yang dibuang ke lingkungan,” kata Rayhan.

Selanjutnya, mahasiswa membahas pengolahan limbah plastik. Tri Indah Noviyanti dan Radika Idealiza memperagakan cara mengolah plastik yang sulit terurai menjadi bahan campuran eco paving. Menurut mereka, langkah tersebut membantu mengurangi timbunan sampah sekaligus meningkatkan nilai guna plastik.

Sementara itu, Sekretaris Desa Munawir menyatakan Pemerintah Desa Pangkalan Batang Barat mendukung kegiatan tersebut. Ia menilai masyarakat perlu memulai pengelolaan sampah dari rumah tangga agar terbiasa memanfaatkan kembali limbah yang masih memiliki nilai guna.

“Jika warga mengelolanya dengan baik, sampah mendatangkan manfaat. Limbah ini memiliki nilai guna bagi lingkungan,” ujar Munawir.

Melalui sosialisasi tersebut, mahasiswa memperkenalkan dua cara mengelola sampah rumah tangga, yakni mengolah bahan organik menjadi pupuk organik cair dan memanfaatkan limbah plastik sebagai bahan campuran eco paving. Dengan demikian, warga memperoleh contoh sederhana yang dapat mereka terapkan sesuai kondisi lingkungan sekitar. [ril]

 

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto? Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555 via EMAIL: redaksidetik45@gmail.com (mohon dilampirkan data diri Anda)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*